analisasi

NORMALISASI

Ø  Normalisasi adalah proses untuk menciptakan suatu table (relasi) dalam basis data dengan tujuan untuk mengurangi kemubaziran.
Ø  Masalah-masalah yang timbul dalam pembuatan table yang disebut dengan anomali. Anomali adalah proses pada basis data yang mempunyai efek samping yang tidak diharapkan. Misal : ketidakkonsistenan data, suatu data hilang pada saat dihapus, dll.
Ø  Anomali ada 3 jenis yaitu :
a.       Anomali peremajaan
Anomali ini terjadi bila ada perubahan pada sejumlah data yang mubazir, tetapi tidak seluruhnya diubah. Contoh : Tabel Pesanan
Pemasok
Kota
Barang
Jumlah
Kartika
Jakarta
Mouse
5
Citra
Bandung
Monitor
2
Yudi
Medan
CPU
2
Citra
Bandung
Printer
1
Seandainya Citra dengan kota Bandung pindah ke Bogor maka pengubahan data hanya dilakukan pada data pertama menjadi : Tabel Pesanan
Pemasok
Kota
Barang
Jumlah
Kartika
Jakarta
Mouse
5
Citra
Bogor
Monitor
2
Yudi
Medan
CPU
2
Citra
Bandung
Printer
1
Di sini terlihat bahwa data tentang pemasok Citra tidak sama yang menyebabkan ketidakkonsistenan data.
b.       Anomali Penyisipan
Anomali ini terjadi pada saat penambahan data ternyata ada elemen yang kosong dan elemen tsb justru menjadi key. Contoh : Tabel Kursus
NoSiswa
Kursus
Biaya
10
Bhs.Inggris
60000
10
Bhs.Perancis
80000
10
Bhs.Jepang
70000
15
Bhs.Inggris
60000
20
Bhs.Jepang
70000
Misalnya akan dibuka kursus baru yaitu Bhs.Jerman dengan biaya 75000 akan tetapi belum ada seorangpun yang ikut kursus ini, shg data menjadi : Tabel Kursus
NoSiswa
Kursus
Biaya
10
Bhs.Inggris
60000
10
Bhs.Perancis
80000
10
Bhs.Jepang
70000
15
Bhs.Inggris
60000
20
Bhs.Jepang
70000

Bhs.Jerman
75000
c.        Anomali penghapusan
Anomali ini terjadi apabila dalam satu baris/ tuple ada data yang akan dihapus sehingga akibatnya terdapat data lain yang hilang. Contoh pada table kursus data NoSiswa 20 akan dihapus karena sudah tidak ikut kursus lagi sehingga akibatnya data kursus bhs jepang dan biaya 70000 akan ikut terhapus.



Ø  Dependensi (Ketergantungan)
Konsep dasar pada tahap normalisasi yang menjelaskan hubungan atribut atau secara lebih khusus menjelaskan nilai suatu atribut yang menentukan atribut lainnya.
Ø  Macam-macam dependensi, yaitu :
a.       Dependensi fungsional
Definisi : Suatu atribut Y mempunyai dependensi fungsional terhadap atribut X jika dan hanya jika setiap nilai X berhubungan dengan sebuah nilai Y.
Notasi    :   X               Y      (X secara fungsional menentukan Y)
Contoh   : Tabel Pesanan
Pembeli
Kota
Barang
Jumlah
P1
Yogya
B1
10
P1
Yogya
B2
5
P2
Jakarta
B1
4
P2
Jakarta
B2
7
P3
Solo
B3
6
P3
Solo
B4
6
Pembeli secara fungsional menentukan kota, sebab setiap pembeli yang sama  mempunyai kota yang sama, dengan demikian :   Pembeli               Kota 
contoh lain                      :  {Pembeli, Barang} Jumlah
Keterangan:
v  Bagian yang terletak disebelah kiri tanda panah biasa disebut DETERMINAN / PENENTU dan bagian yang terletak di sebelah kanan panah disebut DEPENDENSI / YANG TERGANTUNG.
v  Tanda {} biasanya digunakan untuk menentukan lebih dari satu atribut sebagai penentu atau sebagai yang tergantung.
b.       Dependensi fungsional sepenuhnya
Definisi : Suatu atribut Y mempunyai dependensi fungsional penuh terhadap X jika
v  Y mempunyai dependensi fungsional terhadap X dan/atau
v  Y tidak memiliki dependensi terhadap bagian dari X
Contoh :   Pembeli               Kota 
                  {Pembeli, Barang}              Jumlah
v  Intinya :   Kota mempunyai dependensi fungsional terhadap Pembeli atau {Pembeli, Barang} tapi kota mempunyai dependensi fungsional sepenuhnya terhadap pembeli bukan barang.
c.        Dependensi Total
Definisi : Suatu atribut Y mempunyai dependensi total terhadap atribut X jika
v  Y memiliki dependensi fungsional terhadap X dan
v  X memiliki dependensi fungsional terhadap Y
v  Notasi  :  X                 Y
v  Contoh : Tabel Pemasok
KodePemasok
NamaPemasok
Kota
K1
Kartika
Jakarta
C1
Citra
Bandung
C2
Candra
Jakarta





v  Pada kasus ini  KodePemasok                NamaPemasok, karena setiap kode tidak mempunyai nama yang sama.
d.       Dependensi Transitif
Definisi : Atribut Z mempunyai dependensi transitif terhadap X bila :
v Y memiliki dependensi fungsional terhadap X
v Z memiliki dependensi fungsional terhadap Y

v Contoh :
Kuliah
Ruang
Tempat
Waktu
Jarkom
Merbabu
Gedung Utara
Senin
Basis Data
Arjuna
Gedung Selatan
Selasa
Matematika
Merapi
Gedung Barat
Rabu
Fisika
Merbabu
Gedung Timur
Kamis






v Relasi : Kuliah            {Ruang, Waktu}
      Ruang              Tempat
                      Terlihat bahwa :    Kuliah         Ruang           Tempat
v Dengan demikian Tempat mempunyai dependensi transitif terhadap kuliah

Ø  Diagram Dependensi Fungsional (Diagram DF)
Adalah diagram yang digunakan untuk menggabarkan dependensi fungsional. Diagram ini menunjukkan hubungan antara atribut yang menjadi penentu atribut lainnya, dengan hubungan yang dinyatakan dengan tanda panah. Seperti contoh diatas dapat digambarkan diagram DF sebagai berikut :

 




Ø  Dekomposisi
Pada tahap normalisasi sering kali terjadi pemecahan table kedalam bentuk dua atau lebih relasi. Proses pemecahaan ini disebut dengan dekomposisi. Syarat : Tidak ada informasi yang hilang ketika suatu relasi dipecah menjadi relasi-relasi lain. Contoh : Terdapat suatu relasi awal sebagai berikut :

Nim
Nama
Program Studi
95001
Andi
Ekonomi
95002
Vira
Teknik
95003
Andi
Fisika

Akan dibentuk kedalam dekomposisi tak hilang menjadi :

Nim
Nama

Nim
Program Studi
95001
Andi

95001
Ekonomi
95002
Vira

95002
Teknik
95003
Andi

95003
Fisika

Pada relasi awal dapat diketahui informasi sebagai berikut : 95001 adalah ANDI program studi Ekonomi. Setelah proses dekomposisi tak hilang hasilnya adalah sama 95001 adalah ANDI dan 95001 program studi Ekonomi. Contoh dekomposisi hilang adalah                  
             
Nim
Nama

Nama
Program Studi
95001
Andi

Andi
Ekonomi
95002
Vira

Vira
Teknik
95003
Andi

Andi
Fisika

95001 bernama ANDI, tetapi ANDI dengan program studi Ekonomi atau Fisika?

Ø  Bentuk Normalisasi
1.       Bentuk normalisasi pertama (1NF)
Dikenakan pada tabel yang sama sekali belum ternomalisasi. Tabel yang belum ternomalisasi adalah tabel yang mempunyai atribut berulang. Contoh : terdapat suatu data sebagai berikut :
NIP
Nama
Jabatan
Keahlian
Lama Kerja
107
Ilham
Analis Senior
Cobol
6



Oracle
1
109
Ryan
Analis Junior
Cobol
2



C++
2
120
Fika
Programmer
Dbase
3



Sybase
1



Cobol
1

Pada contoh di atas, keahlian mempunyai atribut yang berulang. Untuk itu akan dibentuk ke normal 1NF. Syarat Normal 1NF adalah suatu relasi dikatakan dalam bentuk normal pertama jika dan hanya jika setiap atribut bernilai tunggal dalam satu baris.

NIP
Nama
Jabatan
Keahlian
Lama Kerja
107
Ilham
Analis Senior
Cobol
6
107
Ilham
Analis Senior
Oracle
1
109
Ryan
Analis Junior
Cobol
2
109
Ryan
Analis Junior
C++
2
120
Fika
Programmer
Dbase
3
120
Fika
Programmer
Sybase
1
120
Fika
Programmer
Cobol
1
Tabel d i atas sudah memenuhi bentuk normal 1NF

2.       Bentuk Normal 2NF
Bentuk ini didefinisikan berdasarkan dependensi fungsional dengan syarat adalah :
v  Berada pada bentuk normal pertama
v  Semua atribut bukan kunci memiliki dependensi sepenuhnya terhadap kunci primer
Contoh :
v  Nama  dan jabatan mempunyai dependensi fungsional terhadap NIP
v  Lama mempunyai dependensi fungsional terhadap NIP dan keahlian
v  Bentuk tabelnya adalah : NNJ (NIP, Nama, Jabatan) dan NKL (NIP, Keahlian, Lama Kerja)

NIP
Nama
Jabatan
107
Ilham
Analis Senior
109
Ryan
Analis Junior
120
Fika
Programmer

NIP
Keahlian
Lama Kerja
107
Cobol
6
107
Oracle
1
109
Cobol
2
109
C++
2
120
Dbase
3
120
Sybase
1
120
Cobol
1
3.      
Syarat :
 
Bentuk Normal 3NF
v  Berada dalam bentuk normal 2 NF
v  Setiap atribut bukan kunci tidak memiliki dependensi transitif terhadap kunci primer
Contoh di atas sudah memenuhi normal 3NF karena : Tidak memiliki dependensi transitif, yaitu
NIP                  {Nama, Jabatan}
{NIP, Keahlian}                Lama Kerja

4.       Bentuk Normal boyce-codd (BCNF)
Bentuk ini dilakukan jika dan hanya jika semua penentu (determinan) adalah kunci kandidat (atribut yang bersifat unik). BCNF merupakan perbaikan dari 3NF. Relasi yang memenuhi BCNF pasti memenuhi 3NF tetapi tidak sebaliknya. Contoh : Tabel SKT
Siswa
Kursus
Tutor
Anwar
Bhs. Perancis
Pierre
Anwar
Bhs. Inggris
Richard
Budi
Bhs. Perancis
Pierre
Cecep
Bhs. Inggris
Suzanne

Tabel di atas adalah suatu relasi yang memenuhi 3NF tetapi tidak memenuhi BCNF. Relasi diatas didasarkan oleh fakta :
v  Seorang siswa dapat mengambil sejumlah kursus
v  Setiap tutor hanya mengajar satu kursus bahasa
v  Setiap siswa dalam satu kursus diajar oleh satu tutor
v  Suatu kursus bis dipegang oleh beberapa tutor
Pada keadaan tersebut di atas dapat digambarkan sebagai berikut : Siswa & Kursus  dan Siswa & Tutor.

Memenuhi bentuk 3NF karena tidak ada dependensi transitif pada relasi tersebut. Tetapi tidak memenuhi BCNF karena adanya determinan Tutor yang berdiri sebagai kunci kandidat. Realsi SKT menyebabkan anomali karena baris Cecep dihapus maka Suzane sebagai tutor jug akan terhapus. Cara konversi dari 3NF ke BCNF adalah :
v  Carilah semua penentu
v  Bila terdapat penentu yang bukan kunci kandidat, maka :
ü  Pisahkan relasi tersebut
ü  Buat penentu sebagai kunci primer
ü  Dekomposisi berupa : ST (Siswa, Tutor) dan TK (Tutor, Kursus)

Siswa
Tutor
Anwar
Pierre
Anwar
Richard
Budi
Pierre
Cece
Suzanne
Tutor
Kursus
Pierre
Bhs.Perancis
Richard
Bhs. Inggris
Suzanne
Bhs. Inggris

                                                                      

Teknologi Wireless

Teknologi Wireless

  • Gelombang electromagnetik adalah media yang digunakan untuk membawa sinyal radio melalui udara.
  • Terdapat frekuensi yang umum digunakan untuk komunikasi publik secara wireless, diantaranya adalah Infrared dan sebagian pita Radio Frequency (RF).
  • Infrared (IR) memiliki energi yang rendah dan tidak dapat menembus dinding atau penghalang lainnya.
  • Port khusus yang digunakan untuk bertukar data dengan menggunakan Infrared dikenal dengan port Infrared Direct Access (IrDA).
  • Gelombang RF dapat melewati dinding dan penghalang lain menjangkau jarak yang lebih jauh dibandingkan IR.
  • Alokasi frekuensi RF yang tidak berlisensi dipergunakan oleh peralatan seperti wireless LAN, cordless phone dan computer periphera
  • Bluetooth adalah juga teknologi yang bekerja pada frekuensi 2.4 GHz.
  • Karakteristiknya : low-speed (kecepatan rendah), short-range communication (jangkauannya pendek), namun memiliki keuntungan bahwa pada satu waktu dapat dipergunakan oleh banyak peralatan untuk berkomunikasi.
  • Karena komunikasi one-to-many inilah membuat teknologi Bluetooth lebih dibanding IR untuk mengkoneksikan peralatan komputer seperti mouse, keyboard dan printer.
  • Dalam penerapannya teknologi nirkabel memiliki keunggulan dan kelemahan.
Keunggulan Teknologi WLAN
  • Mobility : memudahkan pengguna untuk terhubung ke jaringan, baik untuk pengguna yang tetap di tempat maupun bagi mereka yang bergerak.
  • Scalability : dapat dengan mudah dikembangkan, baik dalam hal penambahan pengguna maupun luas daerah yang tertangani oleh jaringan sebelumnya.
  • Flexibility : menyediakan koneksi kapanpun dan dimanapun.
  • Penghematan Biaya : harga peralatan yang digunakan semakin murah seiring dengan semakin berkembangnya teknokogi ini.
  • Mengurangi Jatah Waktu Instalasi : hanya dengan menginstal sebagian kecil peralatan nirkabel, langsung dapat digunakan oleh banyak pengguna jaringan.
  • Mampu Diinstall dalam Keadaan Khusus : mudah digunakan dalam keadaan darurat maupun diinstal di daerah yang tidak memungkinkan digunakan jaringan kabel dengan banyak pertimbangan.
Keterbatasan Teknologi WLAN
  • Interferensi : jaringan nirkabel mudah diinterferensi oleh peralatan lain yang menggunakan gelombang elektromagnetik. Seperti : oven microwave, cordless phone, televisi dan peralatan nirkabel lainnya.
  • Keamanan Jaringan dan Data : teknologi LAN Nirkabel dirancang untuk menyediakan akses terhadap data yang ditransmisikan, bukan keamanan data. Dengan kata lain, jaringan nirkabel adalah sebagai teknologi pendukung dari jaringan kabel.
  • Teknologi : teknologi pada jaringan nirkabel terus dikembangkan. LAN Nirkabel tidak secara langsung menggantikan keberadaan jaringan kabel. Apalagi dalam masalah kecepatan transmisi data.
Batasan teknologi wireless

Standar WLAN
802.11a:
  • Menggunakan frekuensi kerja 5 GHz
  • Tidak compatible dengan frekuensi kerja 2.4 GHz, seperti peralatan 802.11b/g/n
  • Jangkauan kira-kira 33% dibandingkan 802.11 b/g
  • Relatif lebih mahal untuk diimplementasikan dibandingkan dengan teknologi lainnya.
  • Semakin sulit memperoleh peralatan 802.11a
802.11b:
  • Teknologi pertama yang bekerja pada frekuensi 2.4 GHz
  • Laju data maksimum 11 Mbps
  • Perkiraan jangkauan 46 m untuk indoors dan 96 m untuk outdoors
802.11g:
  • Termasuk teknologi dengan frekuensi kerja 2.4 GHz
  • Laju data maksimum hingga 54 Mbps
  • Jangkauan sama dengan 802.11b
  • Compatible dengan 802.11b
802.11n:
  • Standar terbaru yang dibangun
  • Termasuk teknologi dengan frekuensi kerja 2.4 GHz (draft support untuk 5 GHz)
  • Jangkauannya lebih jauh dan throughput data dilebarkan
  • Compatible dengan peralatan 802.11g dan 802.11b (draft support 802.11a)
Access Point
  • Mengatur akses antara jaringan kabel dan nirkabel.
  • Bertindak sebagai media converter yang menerima frame Ethernet dari jaringan kabel dan mengkonversinya ke frame 802.11 sebelum ditransmisikannya ke WLAN.
  • Menerima frame 802.11 dari WLAN dan mengkonversinya ke frame Ethernet sebelum menempatkannya ke jaringan kabel.
  • AP mendukung koneksi wireless di area terbatas, yang dikenal dengan sebuah sel atau Basic Service Set (BSS)
Wireless Bridge
  • Menghubungkan dua jaringan kabel melalui jaringan nirkabel.
  • Memungkinkan menjangkau jarak yang jauh untuk koneksi point to point.
  • Menggunakan alokasi frekuensi yang tidak berlisensi sejauh 40 km atau berfungsi untuk mengkoneksikan bagian jaringan yang nirkabel
Antena
  • Digunakan pada AP dan Bridge Wireless.
  • Meningkatkan kekuatan sinyal keluaran dari peralatan wireless.
  • Menerima sinyal dari peralatan wireless lain seperti STA (station).
  • Meningkatkan kuat sinyal dari sebuah antena yang dikenal dengan Gain.
  • Menambah gain yang biasanya dikaitkan dengan semakin jauhnya jarak
Antena pada Access Point (AP)

Antena
  • Antena diklasifikasikan berdasarkan arah sinyal yang diradiasikan.
  • Antena directional digunakan untuk sinyal yang ditransmisikan dengan arah tertentu.
  • Antena omni-directional dirancang untuk memancarkan dengan kekuatan yang sama ke segala arah.
Service Set Identifier (SSID)
  • SSID berupa alpha-numeric string yang case-sensitive hingga 32 karakter.
  • SSID ini memberitahukan ke peralatan wireless ke WLAN yang mana dia berada dan dengan peralatan wireless yang mana dia dapat berkomunikasi.
  • Supaya dapat berkomunikasi, semua peralatan pada WLAN harus dikonfigurasikan dengan SSID yang sama
Struktur WLAN
Terdapat dua bentuk dasar dari instalasi WLAN
  • IBSS – ad hoc
  • BSS - infrastructure
Extended Service Set (ESS)
  • Untuk memperluas jaringan, dimungkinkan untuk memperluas cakupan dengan BSS jamak melalui Distribution System (DS).
  • Bentuk ini dikenal dengan istilah Extended Service Set (ESS).
  • ESS menggunakan AP jamak. Masing – masing AP terbagi dalam BSS yang terpisah.
  • Agar client dapat berpindah antar sel tanpa kehilangan sinyal, BSS dirancang harus saling tumpang tindih (overlap) minimal 10%. Ini akan membuat client terhubung dengan AP kedua sebelum terputus dengan AP sebelumnya.

Channel (Kanal / Saluran)
  • Saluran tersebut dibagi menjadi beberapa sperktrum Frekuensi Radio.
  • Masing – masing kanal atau saluran mampu menangani sel yang berbeda.
  • Hal ini semacam saluran televisi yang ditransmisikan melalui satu media.
  • Masing – masing AP dapat bekerja walau berdekatan dengan AP yang lain selama mereka menggunakan saluran atau kanal yang berbeda untuk komunikasi.
CSMA/CA
  • Jaringan wireless harus mampu menghindari tabrakan selama data ditransmisikan.
  • Oleh karenanya, penting untuk menggunakan metode yang memastikan tidak terjadinya tabrakan.
  • Teknologi wireless menggunakan metode pengaksesan yang dikenal dengan istilah Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance (CSMA/CA).
  • CSMA/CA mengatur cara melakukan komunikasi pada jaringan wireless.
  • Selama saluran tersebut sedang dipergunakan, tidak diperkenankan peralatan lain mengirimkan data melalui saluran tersebut sehingga kemungkinan terjadinya tabrakan dapat dihindari.

Photo Gallery